Jumat, 07 September 2012

SAJAK


(Versi Perancis oleh: Alisha Dal Cin)


TATUNG

rituel étincelant qui vous servir
dans un plat de cuisson du monde
pas de moyens combien cruciales
pour deviner le sens de la journée
passer d'une ligne
à une autre ligne
restauration blanche – noir
chasser même désastreux
wadag sculptées âme incarnée
les esprits imaginer

assis élégant
sur un trône de l'honneur des dieux
réciter les souffles de choix
être enveloppé dans le sang
HIO rafale par saveur stab sudra
ciel flotteurs plombés
puis relâchez dans le flotteur
Endless ocean

vague, votre visage est transformé de brouillard
bateau percé cupide
Aperçu de la destinée est déjà ancré
dans les deux yeux
et enfin votre voyage mystique
disparu, est étirée de vie...

Post DSI (Ketapang), 02/13/2012


Jumat, 31 Agustus 2012

SAJAK


TATUNG


ritual glittering which you serve
in a baking dish of the world
not means how much crucial
to guess the meaning of the day
jump from one line
to another line
restore white – black
even hunt disastrous
sculptured soul incarnated wadag
the spirits imagining

sat down elegant
on a throne of honor of  the gods
recite the choice breaths
be wrapped in blood
hio burst by flavor stab sudra
float leaden sky
then release in the float
endless ocean

vague, your face was transformed fog
vessel pierced greedy
glimpse of destiny is already anchored
in both your eyes
and finally your mystical trip
vanished, is stretched lives.

Post DSI (Ketapang), 02/13/2012

SAJAK


APA YANG  KAU CARI ?

Apa yang kau cari, sayangku?
setelah nanti ajal mengencang jasad
menuai petang selusur riol-riol
selaras selasar gubug yang engkau buru
apa yang kau cari, manisku?
sepanjang tetesan testis menghunjam rahim
sketsa rupa-rupa bungah
tak tentu dalil apa yang terpakai
apa yang kau cari dariku?
apa yang kau cari darimu?
apa yang kau cari dari kita?
apa yang kau cari dariNya?
apa yang kau cari sudah terbuang dalam keremangan malam
apa yang kau cari sudah terkunci dalam genggam murkaku
apa yang kau cari tak tertuang pada lembaran nirwana
apa yang kau cari tak tercantum pada akad-akad pujaan
apa yang kau cari akan kuserapah datangnya
apa yang kau cari akan kuusir kembaranya
apa yang kau cari kelak menatahkan aib seribu tuba
apa yang kau cari kelak menyiratkan dendam sepasang juriat
apa yang kau cari, sayangku?
apa yang kau cari, manisku?
apa yang kau cari, tak pernah ada pada kumisku
apa yang kau cari, tak pernah ada pada cambangku
apa yang kau cari, tak pernah ada pada janggutku
apa yang kau cari, tak pernah ada pada jantanku
apa yang kau cari tak habis-habisnya mengais sebaya masa
apa yang kau cari hanyalah wujud kesempurnaan belaka
apa yang kau cari, jangan kau cari, sebab, yang kau cari
tak pernah ada dalam saku celana bututku!


Pontianak, 1994. 

Sabtu, 25 Agustus 2012

SAJAK


MENUGAL  GAIRAH  KEMBARA
(menanti di kesenjangan masa)

Dingin menusuk sekujur rasa
jemari tlah merapat menanti hangat
detak waktu kian dekati arah janjimu
sementara nafas tak seliar dulu lagi
tertatih
redup di genggam-Nya
pun masa semakin jauh merentang usia.

Ketapang, 25072012




KETIKA  JINGGA  CINTA

Cinta tak sekedar menggodam rasa
Sayang melontar di ujung lidah
Rona memerah remahkan
Balutan sunyi menggugur.

Ketapang, Juli 2012



MENUNGGU GARIS JANJI-MU

Ketika semilir angin
tak berhembus semestinya
timpang sanggah amarah langit
berderak pecah mega
gemuruh dada cakrawala
membetas pinta karang ragu
dan gertak pupus
seiring pudar sorot surya kenanga
tunduk lesu harap mengubah hasrat
yang tadinya hendak bersenyawa
dalam kungkungan duniawi
ya – Khalik,
aku hanya butuh kun faya kun MU saja
untuk melepaskan penatnya
keangkuhan raga semata
sementara dacing perilaku umat
tegak di jalurnya
tinggal menunggu hari
yang berlaku dalam garis janjiMU.

Ketpang (Panwas), 240712

SAJAK


DE  JAVU
( suatu malam di garis batas angan )

Seperti dulu
kepakmu tetap saja membekas
pada palung rasa terdalam
membangkitkan arsiran-arsiran kenangan
membaur simpati tertata rapi di sudut ruang hati

seperti dulu
ketika petang memburu cakrawala tergugu
putihmu benderang sayat kisi-kisi malam
hasrat berpacu ukir impian yang sekian lama
terhalang cengkraman setengah purnama
berbilang kata-kata kecewa

seperti dulu
mungkinkah indah setia menjalani perjalanan makna
walau sejujurnya hujan angan kian menyempit
menambat kelu dalam pelabuhan asmara.

Ketapang, Agustus 2012

SAJAK


NYANYIAN PANTAI UTARA


Memilin kitaran hikayat
pasir saktimu
bak tikamkan
gurindam keraton
cak uncang
madah dare-dare pantai utara
digaul
cengkerama bedug masjid
di alun-alun
bergetar atma sultan-sultan
di ulu
lalu padu diri
dan
kita pun ada di zamannya.

Pontianak’86

PROFIL PENYAIR


WYAZ (Wahyudi Abdurrahman Zaenal) IBN SINENTANG lahir di kota Pontianak tanggal 24 April 1966. Mulai menulis puisi sejak tahun 1980. Selain puisi juga menulis cerita pendek, dan artikel. Karya-karyanya pernah dimuat di beberapa media lokal,  nasional, maupun negeri jiran antara lain; Hr.Akcaya, Hr.Merdeka, Hr.Angkatan Bersenjata, Hr.Berita Yudha, Hr. Suara Karya, Mimbar Untan, Pabelan Pos,  Dwi Mingguan Mutiara,    Tabloid Keluarga, SKM Kemudi,  SKM Swadaya, SKM Swadesi, SKM Symponi, SKM Bintang Indonesia, SKM Inti Jaya, SKM Bharata, Majalah Suara Ummah, Majalah Suara Muhammadiyah, Majalah Kiblat, Majalah Radar, Hr. Mimbar Umum Medan, Majalah Ceria Remaja, Majalah Nashiha, Dinamika News Lampung, Majalah Budaya Sagang, Radio Singapore, penulistanahkayong.blogspot.com, puisi-mania.com, puisidansastra.com, e-sastera.com, jendelasastra.com, kuflet.com, kemudian.com, gudangpuisi.com,  apresiasipuisi.multiply.com, letterater.com, Horison Online, Koran-Cyber.com.   Karyanya juga terangkum dalam beberapa kumpulan bersama; Antologi Puisi BANGKIT III (Studio Seni Sastra Kota Batu, 1996), JEPIN KAPUAS RINDU PUISI (DKKB, 2000), ANUGERAH KHATULISTIWA (Literer Khatulistiwa, 2011), SENANDUNG ALAM (Leutika Prio, 2012), CAHAYA KHATULISTIWA DI TAMAN KATA (DKKP, 2012), GORESAN PENA UNTUKMU (AG Litera, 2012),  MERINDU RASUL DALAM SAJAK (Seruni Publishing, 2012),  DIVERSE ( Shell-Jagad Tempurung, June 2012 ), SUARA LIMA NEGARA (Tuas Mediamja, 2012), JANGAK (Kelopak Poedjangge, 2012), Antologi Cerpen KAIN TILAM (DKKB, 1998), ORANG-ORANG DI BATAS GARIS (Tuas Mediamja, 2012),    TENTANG BULAN (Leutika Prio, 2012), MUTIARA BERDEBU (Pustaka Awan, 2012), AIDS BERCERITA (Leutika Prio, 2012), MELUKIS MIMPI (Seruni, 2012), eBook Antologi Cerpen bunga rampai Cerita Pendek (cerpen-kita.weebly.com Juni 2012), dan Antologi  Puisi tunggalnya BERSAMA HUJAN (Kelompok Empat Kreatif, 2011).
        Pernah tergabung dalam KOMPAK (Kelompok Penulis Pontianak), Sanggar CS2K (Cipta Sastra Swara Khatulistiwa), Bengkel Sastra Kalbar, salah satu pendiri IPSKH (Ikatan Penulis Sastra Kota Hantu), Komite Sastra DKKP (Dewan Kesenian Kota Pontianak) tahun 2002, penggagas Komunitas Sastra Pinggiran Bunga Trotoar, penggagas Diskusi Sastra Imajiner Kembang Gula, owner KELOPAK POEDJANGGE.  
        Tahun 1995 menghadiri Refleksi Setengah Abad Indonesia Merdeka di Taman Budaya Solo, mengikuti Dialog KALIMANTAN-BORNEO IV di Pontianak (Kalimantan Barat) tahun 1995. Pernah
mendukung pementasan teater; KERETA KENCANA (Sutradara Totok S.Raharjo, th 1994) sebagai Penata Lampu, MEGA-MEGA (Sutradara Totok S.Raharjo, th 1996) sebagai pelakon (Tukijan).
        Saat ini menetap di kota Ketapang, Jl. Gatot Subroto Gg. Hadi, Payak Kumang. Email: wahyudi.yudi4@gmail.com.