Jumat, 31 Agustus 2012

SAJAK


APA YANG  KAU CARI ?

Apa yang kau cari, sayangku?
setelah nanti ajal mengencang jasad
menuai petang selusur riol-riol
selaras selasar gubug yang engkau buru
apa yang kau cari, manisku?
sepanjang tetesan testis menghunjam rahim
sketsa rupa-rupa bungah
tak tentu dalil apa yang terpakai
apa yang kau cari dariku?
apa yang kau cari darimu?
apa yang kau cari dari kita?
apa yang kau cari dariNya?
apa yang kau cari sudah terbuang dalam keremangan malam
apa yang kau cari sudah terkunci dalam genggam murkaku
apa yang kau cari tak tertuang pada lembaran nirwana
apa yang kau cari tak tercantum pada akad-akad pujaan
apa yang kau cari akan kuserapah datangnya
apa yang kau cari akan kuusir kembaranya
apa yang kau cari kelak menatahkan aib seribu tuba
apa yang kau cari kelak menyiratkan dendam sepasang juriat
apa yang kau cari, sayangku?
apa yang kau cari, manisku?
apa yang kau cari, tak pernah ada pada kumisku
apa yang kau cari, tak pernah ada pada cambangku
apa yang kau cari, tak pernah ada pada janggutku
apa yang kau cari, tak pernah ada pada jantanku
apa yang kau cari tak habis-habisnya mengais sebaya masa
apa yang kau cari hanyalah wujud kesempurnaan belaka
apa yang kau cari, jangan kau cari, sebab, yang kau cari
tak pernah ada dalam saku celana bututku!


Pontianak, 1994. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar