Senin, 08 Oktober 2012
Jumat, 07 September 2012
SAJAK
(Versi Perancis oleh: Alisha Dal Cin)
TATUNG
rituel étincelant qui vous servir
dans un plat de cuisson du monde
pas de moyens combien cruciales
pour deviner le sens de la journée
passer d'une ligne
à une autre ligne
restauration blanche – noir
chasser même désastreux
wadag sculptées âme incarnée
les esprits imaginer
assis élégant
sur un trône de l'honneur des dieux
réciter les souffles de choix
être enveloppé dans le sang
HIO rafale par saveur stab sudra
ciel flotteurs plombés
puis relâchez dans le flotteur
Endless ocean
vague, votre visage est transformé de brouillard
bateau percé cupide
Aperçu de la destinée est déjà ancré
dans les deux yeux
et enfin votre voyage mystique
disparu, est étirée de vie...
rituel étincelant qui vous servir
dans un plat de cuisson du monde
pas de moyens combien cruciales
pour deviner le sens de la journée
passer d'une ligne
à une autre ligne
restauration blanche – noir
chasser même désastreux
wadag sculptées âme incarnée
les esprits imaginer
assis élégant
sur un trône de l'honneur des dieux
réciter les souffles de choix
être enveloppé dans le sang
HIO rafale par saveur stab sudra
ciel flotteurs plombés
puis relâchez dans le flotteur
Endless ocean
vague, votre visage est transformé de brouillard
bateau percé cupide
Aperçu de la destinée est déjà ancré
dans les deux yeux
et enfin votre voyage mystique
disparu, est étirée de vie...
Post DSI (Ketapang), 02/13/2012
Jumat, 31 Agustus 2012
SAJAK
TATUNG
ritual glittering which you serve
in a baking dish of the world
not means how much crucial
to guess the meaning of the day
jump from one line
to another line
restore white – black
even hunt disastrous
sculptured soul incarnated wadag
the spirits imagining
sat down elegant
on a throne of honor of the gods
recite the choice breaths
be wrapped in blood
hio burst by flavor stab sudra
float leaden sky
then release in the float
endless ocean
vague, your face was transformed fog
vessel pierced greedy
glimpse of destiny is already anchored
in both your eyes
and finally your mystical trip
vanished, is stretched lives.
Post DSI (Ketapang), 02/13/2012
SAJAK
APA YANG KAU CARI ?
Apa yang kau cari, sayangku?
setelah nanti ajal mengencang jasad
menuai petang selusur riol-riol
selaras selasar gubug yang engkau buru
apa yang kau cari, manisku?
sepanjang tetesan testis menghunjam rahim
sketsa rupa-rupa bungah
tak tentu dalil apa yang terpakai
apa yang kau cari dariku?
apa yang kau cari darimu?
apa yang kau cari dari kita?
apa yang kau cari dariNya?
apa yang kau cari sudah terbuang dalam keremangan malam
apa yang kau cari sudah terkunci dalam genggam murkaku
apa yang kau cari tak tertuang pada lembaran nirwana
apa yang kau cari tak tercantum pada akad-akad pujaan
apa yang kau cari akan kuserapah datangnya
apa yang kau cari akan kuusir kembaranya
apa yang kau cari kelak menatahkan aib seribu tuba
apa yang kau cari kelak menyiratkan dendam sepasang juriat
apa yang kau cari, sayangku?
apa yang kau cari, manisku?
apa yang kau cari, tak pernah ada pada kumisku
apa yang kau cari, tak pernah ada pada cambangku
apa yang kau cari, tak pernah ada pada janggutku
apa yang kau cari, tak pernah ada pada jantanku
apa yang kau cari tak habis-habisnya mengais sebaya masa
apa yang kau cari hanyalah wujud kesempurnaan belaka
apa yang kau cari, jangan kau cari, sebab, yang kau cari
tak pernah ada dalam saku celana bututku!
Pontianak, 1994.
Sabtu, 25 Agustus 2012
SAJAK
MENUGAL GAIRAH KEMBARA
(menanti di kesenjangan masa)
Dingin menusuk sekujur rasa
jemari tlah merapat menanti hangat
detak waktu kian dekati arah janjimu
sementara nafas tak seliar dulu lagi
tertatih
redup di genggam-Nya
pun masa semakin jauh merentang usia.
Ketapang, 25072012
KETIKA JINGGA
CINTA
Cinta tak sekedar menggodam rasa
Sayang melontar di ujung lidah
Rona memerah remahkan
Balutan sunyi menggugur.
Ketapang, Juli 2012
MENUNGGU
GARIS JANJI-MU
Ketika semilir angin
tak berhembus semestinya
timpang sanggah amarah langit
berderak pecah mega
gemuruh dada cakrawala
membetas pinta karang ragu
dan gertak pupus
seiring pudar sorot surya kenanga
tunduk lesu harap mengubah hasrat
yang tadinya hendak bersenyawa
dalam kungkungan duniawi
ya – Khalik,
aku hanya butuh kun faya kun MU saja
untuk melepaskan penatnya
keangkuhan raga semata
sementara dacing perilaku umat
tegak di jalurnya
tinggal menunggu hari
yang berlaku dalam garis janjiMU.
Ketpang (Panwas), 240712
SAJAK
DE JAVU
( suatu malam di garis batas angan )
Seperti dulu
kepakmu tetap saja membekas
pada palung rasa terdalam
membangkitkan arsiran-arsiran kenangan
membaur simpati tertata rapi di sudut ruang hati
seperti dulu
ketika petang memburu cakrawala tergugu
putihmu benderang sayat kisi-kisi malam
hasrat berpacu ukir impian yang sekian lama
terhalang cengkraman setengah purnama
berbilang kata-kata kecewa
seperti dulu
mungkinkah indah setia menjalani perjalanan makna
walau sejujurnya hujan angan kian menyempit
menambat kelu dalam pelabuhan asmara.
Ketapang, Agustus 2012
SAJAK
NYANYIAN PANTAI
UTARA
Memilin kitaran hikayat
pasir saktimu
bak tikamkan
gurindam keraton
cak uncang
madah dare-dare pantai utara
digaul
cengkerama bedug masjid
di alun-alun
bergetar atma sultan-sultan
di ulu
lalu padu diri
dan
kita pun ada di zamannya.
Pontianak’86
PROFIL PENYAIR
WYAZ (Wahyudi
Abdurrahman Zaenal) IBN SINENTANG lahir di kota Pontianak tanggal 24 April 1966.
Mulai menulis puisi sejak tahun 1980. Selain puisi juga menulis cerita pendek, dan artikel.
Karya-karyanya pernah dimuat di beberapa media lokal, nasional, maupun negeri jiran antara lain;
Hr.Akcaya, Hr.Merdeka, Hr.Angkatan Bersenjata, Hr.Berita Yudha, Hr. Suara
Karya, Mimbar Untan, Pabelan Pos, Dwi
Mingguan Mutiara, Tabloid Keluarga,
SKM Kemudi, SKM Swadaya, SKM Swadesi,
SKM Symponi, SKM Bintang Indonesia, SKM Inti Jaya, SKM Bharata, Majalah Suara
Ummah, Majalah Suara Muhammadiyah, Majalah Kiblat, Majalah Radar, Hr. Mimbar Umum
Medan, Majalah Ceria Remaja, Majalah Nashiha, Dinamika News Lampung, Majalah Budaya
Sagang, Radio
Singapore, penulistanahkayong.blogspot.com, puisi-mania.com,
puisidansastra.com, e-sastera.com, jendelasastra.com, kuflet.com,
kemudian.com, gudangpuisi.com,
apresiasipuisi.multiply.com, letterater.com, Horison Online,
Koran-Cyber.com.
Karyanya juga terangkum dalam beberapa kumpulan bersama; Antologi
Puisi BANGKIT III (Studio Seni Sastra Kota Batu, 1996), JEPIN KAPUAS
RINDU PUISI (DKKB, 2000), ANUGERAH KHATULISTIWA (Literer
Khatulistiwa, 2011), SENANDUNG ALAM (Leutika Prio, 2012), CAHAYA KHATULISTIWA
DI TAMAN KATA (DKKP, 2012), GORESAN PENA UNTUKMU (AG Litera,
2012), MERINDU RASUL DALAM SAJAK (Seruni Publishing, 2012), DIVERSE ( Shell-Jagad Tempurung, June 2012 ), SUARA
LIMA NEGARA (Tuas Mediamja, 2012), JANGAK
(Kelopak Poedjangge, 2012), Antologi
Cerpen KAIN TILAM (DKKB, 1998), ORANG-ORANG DI BATAS GARIS (Tuas
Mediamja, 2012), TENTANG BULAN
(Leutika Prio, 2012), MUTIARA BERDEBU (Pustaka Awan, 2012), AIDS
BERCERITA (Leutika Prio, 2012), MELUKIS
MIMPI (Seruni, 2012), eBook Antologi
Cerpen bunga rampai Cerita Pendek (cerpen-kita.weebly.com Juni 2012), dan
Antologi Puisi tunggalnya BERSAMA HUJAN (Kelompok Empat Kreatif, 2011).
Pernah tergabung dalam KOMPAK (Kelompok Penulis Pontianak), Sanggar CS2K (Cipta Sastra Swara
Khatulistiwa), Bengkel Sastra Kalbar,
salah satu pendiri IPSKH (Ikatan
Penulis Sastra Kota Hantu), Komite
Sastra DKKP (Dewan Kesenian Kota Pontianak) tahun 2002, penggagas Komunitas Sastra Pinggiran Bunga Trotoar,
penggagas Diskusi Sastra Imajiner
Kembang Gula, owner KELOPAK
POEDJANGGE.
Tahun 1995 menghadiri Refleksi Setengah Abad Indonesia Merdeka
di Taman Budaya Solo, mengikuti Dialog
KALIMANTAN-BORNEO IV di Pontianak (Kalimantan Barat) tahun 1995. Pernah
mendukung pementasan teater; KERETA
KENCANA (Sutradara Totok S.Raharjo, th 1994) sebagai Penata
Lampu, MEGA-MEGA (Sutradara
Totok S.Raharjo, th 1996) sebagai pelakon (Tukijan).
Saat
ini menetap di kota Ketapang, Jl. Gatot Subroto Gg. Hadi, Payak Kumang. Email:
wahyudi.yudi4@gmail.com.
Cerpen Anak
Kisah Mencekam Di Malam Halloween
( karya : Annisa Melyana Andhiani )
Di saat malam Halloween, para
anak-anak dan remaja-remaja merayakan malam tersebut dengan sangat meriah.
Mereka mengenakan pakaian seram layaknya sesosok yang menakutkan seperti
penyihir, setan, hantu goblin dan sosok menakutkan lainnya. Tradisi perayaan
malam Halloween ini di rayakan tepat pada setiap tanggal 31 Oktober. Selain
mengenakan pakaian seram, mereka juga meminta permen atau coklat ke rumah-rumah
tetangga sambil berkata “trick or treat!”.
“Elena, apa yang sedang kau
lakukan tadi saat di rumah?” tanya seorang temannya.
“Oh....begitu,” ucap sang teman.
“Dominic,
Andreas, Vanessa! Dimana kalian?!” panggil Elena.
“Seperti apa ciri-ciri mereka?”
Tanya Melissa kembali.
@@@@@
Tak lama
menunggu, Elena dan Catline pun segera meninggalkan rumah Melissa, dan bergegas
pergi, agar cepat sampai di rumah Penyihir tersebut. Di dalam perjalanan, Elena
dan Catline di kejutkan dengan munculnya kabut putih dengan tiba-tiba, dan
mereka berdua tidak dapat melihat dengan jelas di dalam hutan. Kemudian, dengan
tiba-tiba munculah seorang perempuan dari balik kabut putih itu. Elena dan
Catline pun terkejut.
“Oh, sepertinya aku tahu orang
yang sedang kalian cari. Sepertinya mereka sedang menuju ke rumah Penyihir
jahat. Kalau tak keberatan, aku mau mengantarkan kalian ke rumah Penyihir itu,” jawab Viona.
Ia berkata,
“Hahahaha.......kalian sudah tertipu!” ucap Penyihir itu.
Ternyata Viona itu adalah seorang
Penyihir yang menyamar menjadi orang baik.
Sekitar 20 menit, Penyihir jahat itu kembali lagi ke
rumahnya, karena merasa letih, dia langsung meminum minumannya tersebut. Ia
sama sekali tak tahu bahwa minumannya itu sudah di beri ramuan yang dapat
membahayakan dirinya.
Setelah ia meminum minumannya,
Penyihir sangat merasa pusing, dan dia juga terlihat lemah. Melihat kejadian
itu, Dominic dan Andreas yang berada di bawah meja pun langsung meletakkan tali
di atas lantai, dan segera menariknya saat si Penyihir sedang pusing.
“Apa? Itu tidak mungkin! Aku
masih mempunyai banyak kekuatan,” ucap si Penyihir.
Dengan wajah yang hina, si
Penyihir mencoba untuk lari dari anak-anak tersebut. Tapi, belum sempat
melarikan diri, Penyihir jahat itu berubah menjadi sebuah labu Halloween.
BIODATA
Annisa Melyana Andhiani, lahir di Kota Pontianak 10 September 1999. Sulung dari dua bersaudara buah
hati dari pasangan Wahyudi dan Ani Kurnia, seorang adik laki-laki yang bernama
M.Ziad Pahlevi. Saat ini sedang menimba ilmu di SMPN 3 Ketapang Kelas VIII
Billingual. Selain menulis cerpen juga suka menggambar dan mendesain.
Cita-citanya ingin menjadi seorang Desainer ternama. Alamat sekarang di Jalan
Gatot Subroto, Gang Hadi No.A6, Payak Kumang, Kota Ketapang (Kalimantan Barat).
Cerpen Anak
ARTI SEBUAH PERSAHABATAN
( karya : Annisa M. Andhiani )
Sunyi.
Sepi. Lara. Itulah yang dialami Ratih
semenjak ditinggal pergi Ayah dan Ibu tercinta untuk selamanya. Ya, mereka sudah meninggal
setahun yang lalu karena kecelakaan saat bepergian ke luar kota. Ratih sangat syok ketika perawat RSUD Agoes
Djam memberi khabar bahwa kedua orangtuanya berada di rumah sakit. Yang lebih
membuat gadis kecil itu terpukul adalah saat perawat itu bilang Ayah dan Ibunya
sudah tiada.
@@@@@@
Dengan
rasa penasaran, Ratih pun segera pergi ke rumah sakit yang disebutkan Vira di dalam surat tadi. Sesampainya di sana,
Ratih langsung mencari informasi dan bertanya kepada perawat jaga.
Akhirnya Ratih sampai di depan ruang di mana Vira
dirawat. Dia segera masuk ke dalam kamar tersebut.
Ratih menanyakan hal tersebut kepada
Mama Vira. Mama Vira menjelaskan bahwa Vira mengidap penyakit ini sudah sejak
lama. Saat mengetahui penyakit yang diidapnya, Vira merasa syok dan tak mau bermain dengan teman-teman seusianya.
Ia merasa minder. Sejak itulah Vira sangat merasa kesepian dan terasing.
Tak lama kemudian tangan Vira mulai bergerak
perlahan-lahan dan ia juga dapat mengeluarkan kata-kata pelan. Melihat kejadian
itu, mama Vira segera memanggil perawat
yang lewat di depan kamarnya. Dan perawat itupun memanggil dokter.
Jumat, 24 Agustus 2012
Langganan:
Komentar (Atom)
