Jumat, 24 Agustus 2012

SAJAK


BILA PURNAMA MENGAMBANG DI ATAS KAPUAS


sudah kami tebar
bubu-bubu serta belat
di riak-riak nadi Kapuas berumbai
dan telah diamarkan pula
bahariwan membendung wangkang-wangkang
berbisa tuba, menjengam tenangmu.
Wahai, di atas bebayangan purnama
menancap pada rerantingan randu kering
gemersik ricuh rakyat jelata menabuh bedug
--- memukul pahar-pahar --- menebar nyiru ---
menghampar bidai, dalam sebuah tembawang.
Purnama.....purnama....! beri kami rengkuh
sucimu, dan biarkan juriat-juriat kami
yang mengecap semua ini --- taburkanlah
kemala serta mestika di bumi Khatulistiwa
rendamkan dalam pusar arus Kapuas
menangkup bebayangan melintas
zonder pekat --- tanah hijrah

Pontianak, 240586

Tidak ada komentar:

Posting Komentar